Home

Selamat Datang di Website kami

         Teknologi pengawetan makanan dengan cara pengalengan adalah menekan sedikit mungkin terjadinya kontak udara pada tahap pengepakan makanan kedalam kaleng. 

Sterilisasi makanan dalam kaleng yaitu menggunakan teknologi hampa udara dengan suhu melebihi 121 derajat celcius dengan tekanan 2 atmosfir, pada kondisi demikian bakteri dekomposer (pengurai) mati.

Proses sterilisasi tersebut merupakan faktor yang menentukan apakah makanan tersebut sudah bebas dari bakteri dan hampa udaea. Cara pengawetan itu merupakan langkah yang dilakukan agar makanan bebas dari kebusukan, bisa bertahan nilai gizi, cita rasa, dan daya tarik.

Adapun proses pengalengan makanan  terdiri dari beberapa tahapan

  1. Tahapan pertama yaitu sterilisasi kaleng kosong untuk pembersihan debu maupun bakteri
  2. tahap kedua pemasukan makanan kedalam kaleng kosong yang sudah disterilkan 
  3. Tahap ketiga proses exhausting yaitu yang bertujuan untuk pembuangan oksigen, karena oksigen dalah tempat bertumbuhnya bakteri
  4. Tahap ke empat seaming yaitu penutupan kaleng dengan menggunakan mesin seamer khusus untuk makanan, jangan sampai menggunakan seamer yang sealin untuk makanan kerena ada banyak seamer seperti untuk kaleng cat, seamer untuk oli dll
  5. Tahap kelima STERILISASI yaitu proses pembunuhan bakteri dengan suhu extrim 121 derajat dan tekanan 2 atmosfer
  6. Tahap keenam Pendinginan yaitu untuk memecah bakteri yang sekiranya masih bertahan pada saat proses sterilisasi.
  7. Tahap ketujuh Karantina yaitu proses karantina membutuhkan waktu 14 hari yang bertujuan untuk mengetahui apakah kaleng tersebut mengalami perubahan bentuk, apabila tidak terjadi perubahan bentuk maka makanan tersebut aman dan bisa tahan sampai 2 tahun. (sebagai catatan selama 14 hari tersebut apabila didalam kaleng masih terdapat bakteri maka perkembangannya sangat cepat sehingga kaleng tersebut pasti akan mengalami perubahan bentuk seperti gelembung, meledak tutupnya dll)